
LUWU TIMUR – Kepedulian masyarakat terhadap pembangunan desa terlihat dari kebiasaan warga Parumpanai yang datang ke lokasi TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo sejak pagi buta. Dengan membawa peralatan kerja dari rumah, warga bergabung bersama personel Satgas untuk melanjutkan berbagai pekerjaan fisik, mulai dari rabat beton hingga pembangunan talud.
Pada pagi hari, Minggu (25/10/2026), suasana lokasi TMMD sudah dipenuhi aktivitas sebelum matahari terbit. Puluhan personel Satgas dan warga Dusun 2 serta Dusun 3 Parumpanai bersiap dengan peralatan masing-masing.
Prajurit datang mengenakan perlengkapan lapangan dan membawa peralatan konstruksi. Sementara itu, warga memanfaatkan peralatan yang tersedia di rumah, mulai dari cangkul, parang, ember bekas cat, hingga karung semen bekas untuk mendukung pekerjaan.
Apel pagi yang dipimpin Dan SSK TMMD dimulai pukul 05.45 WITA. Setelah pengarahan dan doa bersama, seluruh personel langsung bergerak menuju titik pekerjaan. Pembagian tugas dilakukan agar pengerjaan dapat berjalan teratur dan kebutuhan material di setiap lokasi terpenuhi.
Bati Bhakti TNI Satgas TMMD ke-130, Serda Sahril, mengungkapkan bahwa antusiasme warga menjadi motivasi bagi prajurit untuk menjaga kedisiplinan dan semangat kerja.
“Sejak hari pertama TMMD, warga sudah begitu. Jam lima pagi sudah di lokasi membawa cangkul. Kami prajurit malu kalau kalah pagi dengan warga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, warga tidak harus memiliki peralatan lengkap untuk dapat berkontribusi. Kemauan untuk membantu dan bekerja bersama menjadi hal penting dalam mendukung kelancaran pembangunan.
“Warga membawa peralatan sendiri, tidak meminta disediakan. Ada yang membawa ember bekas cat, ada yang membawa karung bekas. Peralatan sederhana, tetapi semangatnya luar biasa,” kata Serda Sahril.
Ahmad (48), warga Parumpanai, mengatakan dirinya sengaja bangun lebih awal agar bisa ikut bekerja bersama personel Satgas.
“Jam 04.30 saya sudah bangun, salat Subuh di masjid, langsung mengambil cangkul dan pergi ke lokasi TMMD. Tentara sudah siap semua, masa kami warga masih tidur? Jadi kami sepakat, pagi-pagi harus sudah siap di lokasi dengan peralatan,” tuturnya.
Bagi Ahmad dan warga lainnya, keterlibatan dalam kegiatan TMMD merupakan bentuk kepedulian terhadap kemajuan desa. Mereka berharap hasil pembangunan dapat segera dimanfaatkan dan dijaga bersama.
Pekerjaan yang dimulai sejak pagi mencakup sejumlah sasaran fisik, seperti rabat beton, penyusunan batu talud, pengangkutan material, dan penggalian pondasi. Aktivitas dilakukan secara bersama-sama untuk mendukung penyelesaian pekerjaan sesuai target.
Kebiasaan datang lebih awal ini memperlihatkan bahwa semangat membangun desa tidak hanya bertumpu pada personel Satgas. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat selama pelaksanaan TMMD ke-130 di Parumpanai.
Sumber: Pendim 1403/Palopo
