TMMD ke-130: Membangun Desa dengan Keterlibatan Aktif Masyarakat dan TNI

TMMD ke-130: Membangun Desa dengan Keterlibatan Aktif Masyarakat dan TNI

PAMEKASAN – Kemanunggalan TNI dan rakyat merupakan nilai yang tidak lekang oleh zaman. Di tengah perkembangan kehidupan masyarakat yang semakin modern, semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan desa.

Nilai tersebut terlihat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Kamis (5/11/2026).

Program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga bertujuan memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan Ruang, Alat, dan Kondisi Juang yang tangguh.

Di lapangan, semangat itu diwujudkan melalui keterlibatan langsung masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut mengambil peran sebagai bagian dari pelaksana pembangunan.

Kebersamaan antara prajurit dan masyarakat terlihat dalam pengerjaan jalan, drainase, serta pembangunan Rumah Layak Huni (RLH). Mereka saling membantu sesuai kemampuan masing-masing demi mempercepat penyelesaian sasaran TMMD.

Babinsa Desa Jarin, Serda Syarif, menilai bahwa hubungan dekat antara TNI dan masyarakat menjadi modal penting untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, kehadiran personel Satgas di tengah masyarakat memungkinkan TNI memahami secara langsung berbagai kebutuhan warga. Dengan demikian, pembangunan yang dilaksanakan dapat menjawab persoalan nyata di lingkungan desa.

Selain pembangunan fisik, kemanunggalan juga menjadi sarana memperkuat kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, seperti kemiskinan, putus sekolah, dan melemahnya budaya gotong royong.

“Kalau TNI saja yang kerja, mungkin bisa selesai. Tapi kalau TNI dan rakyat kerja bersama, hasilnya akan dijaga dan dirawat bersama. Itulah kemanunggalan,” tegas Serda Syarif.

Kedekatan tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Interaksi sehari-hari membuat hubungan antara prajurit dan warga semakin akrab, sehingga tercipta suasana kekeluargaan selama kegiatan berlangsung.

“Di sini kami tidak merasa ada jarak dengan TNI. Mereka seperti keluarga sendiri. Makanya kami semangat ikut gotong royong,” tutur salah seorang warga.

Melalui pelaksanaan TMMD ke-130, Kodim 0826/Pamekasan berharap semangat kebersamaan yang telah tumbuh di Desa Jarin dapat terus dipertahankan.

Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kokohnya bangunan dan bagusnya infrastruktur, tetapi juga oleh kepedulian masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan tersebut.

Kemanunggalan TNI dan rakyat pun menjadi bukti bahwa nilai gotong royong tetap relevan sepanjang zaman, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam membangun Indonesia mulai dari desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *