Prada Egi Terjadi Koneksi dengan Komunitas Jarin Melalui Pengenalan Bahasa Madura

Prada Egi Terjadi Koneksi dengan Komunitas Jarin Melalui Pengenalan Bahasa Madura

PAMEKASAN – Ada cerita menarik di tengah pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu. Prada Egi, anggota Satgas dari Batalyon Teritorial Pembangunan 539 Pamekasan asal Kalimantan Utara, tidak hanya belajar membangun bersama warga, tetapi juga belajar bahasa Madura.

Prada Egi yang sehari-hari terlibat dalam pekerjaan fisik TMMD kini mulai terbiasa menggunakan sejumlah kosakata bahasa Madura saat berkomunikasi dengan masyarakat Dusun Kotalon.

Padahal, pada awal pelaksanaan TMMD, ia mengaku cukup kesulitan berkomunikasi karena sama sekali tidak mengenal bahasa Madura.

Untuk mempermudah komunikasi, sejumlah kosakata sederhana bahkan dicatatnya dalam buku saku. Beberapa di antaranya yakni “mator sakalangkong” yang berarti terima kasih, “enja'” untuk iya, “mareh” untuk sudah, “ngakan” untuk makan, “aeng” untuk air, “sengko'” untuk saya, dan “be’na” untuk kamu.

“Di Kalimantan Utara saya tidak pernah dengar bahasa Madura. Di sini saya belajar, kalau mau minta air bilang ‘Menta Aeng’, kalau mau bilang saya bilang ‘Sengko”. Warga jadi tertawa dan dekat dengan kami,” ujarnya saat ditemui di lokasi pengecoran, Sabtu (31/10).

Menurut Prada Egi, kemampuan menggunakan bahasa lokal membuat interaksi dengan masyarakat menjadi lebih cair. Ia tidak lagi hanya berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, tetapi mulai memahami kebiasaan dan cara warga dalam berkomunikasi sehari-hari.

Suasana tersebut terlihat ketika Prada Egi bekerja mengaduk semen bersama warga. Di sela pekerjaan, sapaan sederhana menggunakan bahasa Madura membuat suasana gotong royong semakin akrab.

Ia menilai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari tugasnya sebagai prajurit yang sedang melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat.

“Dengan bisa bahasa Madura, pekerjaan saya jadi lebih ringan. Jadi tidak ada sekat antara TNI dan warga,” tutupnya.

Kisah Prada Egi menjadi gambaran bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik. Di balik pekerjaan jalan, bangunan, dan fasilitas masyarakat, terdapat proses saling mengenal antara prajurit dan warga yang menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

(Pendim 0826)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *